The Hero & Needs (Murray)

The Hero & Needs

Dalam analisis T.A.T, pendekatan Murray melibatkan derajat kuantifikasi tertentu, namun dasarnya tetaplah metode kualitatif yang berfokus pada isi cerita yang spesifik. Tujuannya bukanlah untuk mencapai diagnosis tentang subjek, namun untuk mendapakan deskripsi bagaimana subjek menghadapi dan mengatasi situasi kehidupan yang universal. Guna mencapai hal ini Murray menyarankan 5 kategori analisis, yakni: 1) Tokoh (the Hero), 2) Motif, trend, dan perasaan tokoh (needs),  3) Kekuatan lingkungan tokoh (press), 4) Tema dan hasil akhirnya, 5) Minat dan sentimen.

Walaupun skoring dan interpretasi didiskusikan secara terpisah di sini, pada prakteknya sering sukar bagi kita untuk membedakan keduanya. Skoring, dalam artian yang paling luas adalah juga interpretasi. Bagian ‘interpretasi’ lebih merupakan ringkasan untuk menyusun data dan juga memberi saran-saran dalam membuat generalisasi berkenaan dengan pribadi subjek. Sistem ini dapat digunakan untuk T.A.T atau turunannya seperti C.A.T dari Bellak.

Tokoh (the Hero):  Dalam cerita T.A.T, karakter mana yang merupakan figur fokalnya. Disimpulkan bahwa subjek telah beridentifikasi dengan figur ini dan dengan demikian cenderung memproyeksikan ­needs personal subjek, sikap-sikapnya, dan perasaan-perasaan terhadap tokoh ini. The Hero dapat digambarkan sebagai karakter sentral dimana cerita berkisar di sekeliling tokoh ini. Namun demikian, subjek dapat beridentifikasi dengan lebih dari satu karakter. Hal ini akan tampak dari referensi dan atribusi needs pada figur kedua secara terus menerus. Dalam kasus ini, pembobotan need dari hero sekunder haruslah dihitung setengah dari hero primernya. Kalau, sebaliknya, tidak dijumpai identifikasi yang jelas namun lebih merupakan deskripsi objektif tentang tiap karakter, maka needs dan press dari tiap karakter harus diberi pembobotan yang sama.

Motives, Trends, and Feelings of the Hero (Needs):

Pengenalan dan pengkuantifikasian need Hero pada kategori berikut ini haruslah dipertimbangkan. Namun demikian Murray memberikan kebebasan bagi tester untuk memilih variabel mana yang dipandang tepat, dan pemilihan variabel-variabel tergantung apa yang ingin diketahui tester tentang subjek. Walaupun Murray menekankan dengan jelas tentang konsep neednya, tester dapat saja mendekati deskripsi tentang Hero dari kerangka kerja konseptual tambahan.

Murray menyarankan skala 5 angka dengan angka 1 mewakili “kebebasan need yang samar” dan need yang “tampil dalam bentuk kuat sekali” atau “muncul berulang-ulang dalam bentuk yang lebih lemah”.  Pertimbangan lain dalam menilai needs dalam suatu cerita, di samping intensitasnya, adalah kepentingan atau kesentralan relatif dari need tersebut terhadap cerita.

Pada beberapa kasus, diceritakan lebih dari satu cerita untuk kartu tertentu atau ada cerita dalam suatu cerita, misalnya, kalau tokoh cerita menceritakan mimpinya. Pada situasi seperti ini, beberapa nilai akan berjumlah lebih dari 5, maka tester harus menyesuaikan nilai sehingga jumlah keseluruhannya tetap berada dalam range 5 angka ini.

Ringkasnya, tester harus mempertimbangkan berapa sering need itu muncul, dan yang sama pentingnya adalah, ia harus melihat intensitas relatif dan derajat kesentralan need itu dalam cerita. Prosedur yang sama harus digunakan ketika mengukur press (kekuatan lingkungan Hero).

Ketika seluruh cerita telah diukur dengan skala 5 angka ini, kekuatan total dari need (dan juga press) dari subjek untuk seluruh cerita dapat dijumlahkan. Nilai keseluruhannya kemudian diperbandingkan satu sama lain dan diurutkan rangkingnya untuk menentukan kekuatan relatifnya untuk subjek. Tester dapat juga menentukan kekuatan rata-ratanya pada tiap pemunculan dengan membagi nilai total (ratings) dengan jumlah munculnya need.

(Catatan: Untuk mengidentifikasi needs, silakan lihat dalam daftar needs dan uraian lengkapnya dalam materi yang sudah diberikan).

Posted in Psikodiagnostika 9 | Leave a comment

Teori George A. Kelly

Menurut George Kelly ( dalam Cervone & Pervin, 2012), kepribadian adalah cara yang unik dari individu dalam melihat, menjelaskan, dan menginterpretasikan pengalaman-pengalaman dalam hidupnya. Teorinya disebut “Personal Construct Theory”.

Kelly-Pendekatan Kognitif terhadap kepribadian

Posted in Psikologi Kepribadian | Leave a comment

Dasar Biologis Perilaku

Materi Pert-8-Dasar Biologis Perilaku

Posted in Psikologi Kepribadian | Leave a comment

Kelompok TAT Sesi 10

KELOMPOK KLAS TAT PARALEL 10

Posted in Psikodiagnostika 9 | Leave a comment

Kelompok Observasi Sesi CR10

KELOMPOK KLAS OBSERVASI PARALEL RC10

Posted in Psikodiagnostika 2 | Leave a comment